Friday, 28 October 2016

Objek Wisata Pantai Kuta dan Desa Sade di Lombok Tengah

desa sade lombok

Pantai Kuta yang ini bukan di Bali melainkan di Lombok. Namanya memang sama, namun keduanya memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan wisata. Jika Pantai Kuta di Bali ramai didatangi wisatawan mancanegara. Pantai Kuta di Lombok ini relatif lebih sepi dan tenang meski sering dikunjungi para wisatawan.

Pantai Kuta ini termasuk yang paling terkenal di wilayah Lombok Tengah. Lokasinya berada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Lombok yang ada di praya. Jika dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perjalanan menuju ke Pantai Kuta akan menempuh jarak 53 kilometer atau sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan.

Kekhasan dari Pantai Kuta Lombok adalah pasirnya yang berwarna cokelat dengan tekstur menyerupai biji merica. Pantai Kuta Lombok ini juga menawarkan keindahan bukit-bukit kecil di sekelilingnya yang menarik sebagai obyek foto. Ketika air laut surut banyak karang-karang yang timbul dari perairan Pantai Kuta ini.

Festival Bau Nyale Pantai Kuta Lombok

Biasanya Pantai Kuta Lombok ini menjadi sangat ramai pada bulan Februari atau Maret karena ada sebuah upacara tahunan. Selain wisatawan, penduduk lokal pun akan tumpah ruah di pantai ini pada upacara yang dikenal dengan upacara Bau Nyale. Nyale adalah sejenis cacing laut yang berjumlah sangat banyak dan hanya muncul setahun sekali di sekitar Pantai Kuta Lombok.

Di balik upacara Bau Nyale ini, ternyata ada legenda yang dipercaya oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Konon Nyale ini adalah jelmaan dari Putri Mandalika yang menjadi rebutan beberapa pria. Agar tidak terjadi peperangan, maka putri cantik ini memilih untuk menceburkan diri ke laut dan berjanji akan terus kembali pada waktu tertentu.

Desa Sade

Selain melihat upacara Bau Nyale dan menikmati pantai kuta, para pengunjung bisa mengunjungi Desa Sade yang merupakan desa dari penduduk asli Lombok yaitu Suku Sasak. Desa ini masih mempertahankan tradisi keasliannya hingga kini yang bisa Anda lihat dari bentuk bangunan sederhana dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.
Ada kebiasaan unik dari Suku Sasak mengenai perawatan rumah, mereka menggunakan kotoran kerbau untuk mengepel lantai rumahnya. Suku Sasak ini mempercayai bahwa penggunaan kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga, memperkuat lantai, serta menghangatkan rumah di malam hari.

Tidak hanya itu, Desa Sade ini juga terampil dalam menenun, di sana terdapat kios-kios yang menjajakan kain tenun berupa koperasi yang dikelola oleh beberapa orang. Dengan adanya tradisi budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat Suku Sasak ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

No comments:

Post a Comment