Friday, 28 October 2016

Keindahan Danau Bedugul

danau bedugul

Danau Beratan atau lebih dikenal dengan nama danau Bedugul merupakan salah satu obyek wisata yang menawarkan pemandangan alam danau dan pegunungan yang menyejukkan. Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar dan Singaraja, membuat danau ini cukup strategis dan mudah untuk ditemukan. Danau ini lebih dikenal dengan nama “Danau Bedugul” karena letak danau ini berada di daerah Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Danau ini adalah danau terluas kedua setelah Danau Batur yang luas 1.607,5 ha.

Danau Bedugul merupakan salah satu danau penting untuk irigasi. Danau Bedugul dikenal sebagai danau "gunung suci", kawasan ini sangat subur, terletak pada ketinggian 1.200 meter, dan beriklim sangat dingin. Menurut mitos yang ada di masyarakat Bali, sebenarnya Danau Bedugul ini merupakan danau yang terbesar di pulau Bali awalnya. Namun pada suatu ketika terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat dan akhirnya danau Bratan ini terbagi menjadi tiga bagian, Bratan, Tamblingan dan Buyan. Nama “Bratan” diambil dari kata “Brata” yang berarti mengendalikan diri dengan menutup 9 lubang kehidupan. Kata-kata “Brata” ini dapat kita jumpai dalam istilah “Tapa Brata” yang memiliki arti bersemedi atau bermeditasi untuk mencapai ketenangan agar dapat manunggal dengan alam dan berkomunikasi dengan Yang Maha Gaib.

Danau Bedugul bisa diakses dari 2 tempat, yang pertama adalah tempat yang biasa menjadi pemberhentian bus-bus pariwisata. Sedangkan tempat yang satunya biasa menjadi tempat pemberhentian mobil-mobil dan motor. Di tempat yang kedua kita bisa memarkir mobil dipinggiran danau, sedangkan di tempat pertama kita harus jalan kaki dahulu untuk menuju danau.
Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di danau Bedugul ini. Untuk menikmati pemandangan di danau, Anda bisa menyewa kapal boat, kapal atau sampan. Setelah membeli tiket, Anda akan diantar mengelilingi danau menikmati pemandangan dan hawa yang sejuk. Jika ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang Anda bisa mencoba water sport seperti paracyling dan jetsky. Anda juga bisa menikmati keindahan danau ini sambil memancing, di sini ada beberapa orang yang menyediakan penyewaan alat pancing. Atau Anda ingin mengabadikan moment indah ini, tersedia jasa foto kilat di beberapa tempat di sekitar danau.
Di sekitar Danau Bedugul juga terdapat tempat makan dan juga penjual souvenir. Selain keindahan danau dan pegunungan yang mengelilinginya, di sisi lain danau ini terdapat sebuah pura yang bernama “Pura Ulun Danu”, pura ini bisa diakses dari obyek wisata Candi Kuning disamping obyek wisata Danau Bedugul. Sedangkan di seberang jalan dari danau ini, juga terdapat sebuah masjid yang cukup besar dan pondok pesantren. Sungguh perpaduan yang cukup unik antara danau, pegunungan, pura dan masjid. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Keindahan Tempat Wisata Pantai Batu Karas Ciamis Jawa Barat

pantai batu karas

Keindahan Tempat Wisata Pantai Batu Karas Ciamis Jawa Barat, Tempat Wisata Terindah - Sudah tak asing lagi bukan jika berada di Jawa Barat pasti langsung menuju ke Tempat Wisata Pantai Pangandaran karena menjadi tujuan utama ketika di sini. Namun perlu diketahui jika ada satu pantai di garis pantai yang sama dengan Pantai Pangandaran bernama Tempat Wisata Pantai Batu Karas berada di Jl. Batu Karas Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis. Tak kalah indahnya dengan Pantai Pangandaran, karena pantai di Ciamis ini disebut-sebut Balinya Jawa Barat karena menawarkan ombak memikat bagi peselancar. Sehingga tak asing lagi banyak ditemui wisatawan mancanegara selama di sini. Pantai pasir hitam ini berada di 40 km dari Ciamis yang kalah ramai dengan Pantai Pangandaran, tapi itu merupakan kelebihan dimana kitaa lebih dapat menikmati kesunyian saat bersantai di sini. 

Retribusi di Wisata Pantai Batu Karas

Untuk Pejalan kaki Rp 5.000,00 (satu orang); sepeda motor Rp 3.900,00; Jeep atau sedan Rp 9.200,00; Carry Mobil Rp 17.200,00; kendaraan kapasitas besar Rp 22.200,00; bus mini Rp 32.700,00; bus sedang Rp 49.500,00; dan bus besar Rp 80.500,00.

Kegiatan selama di Pantai Batu Karas

1.    Berselancar di Pantai Batu Karas

Ada sebuah teluk kecil yang akan mempermudah peselancar menuju spot gelombang terbaik tanpa mendayungnya. Di sekitar sini juga sudah tersedia penyewaan untuk menyewa perlengkapan berselancar lengkap dengan seorang instruktur handal. Beberapa spot terbaik untuk menyelam dapat Anda coba semua mulai dari Bulak Pendak, Legok Pari, dan karang. Nah Bulak Pendak adalah spot terbaik yang akan memanjakan peselancar profesional, namun untuk menuju ke Bulak Pendak harus berlayar terlebih dahulu dengan perahu. Untuk pemula dapat mencoba spot di Legok Pari yang tak kalah seru. Kalau di spot Karang, karena sesuai namanya maka di spot ini harus sedikit bersabar karena perlu menunggu air laut pasang mengingat spot ini banyak dijumpai batu karang.

2.    Kegiatan seru mengacu adrenalin di Pantai Batu Karas

Nah bagi Anda yang tidak bisa berselancar, maka kegiatan ini adalah pilihan terbaik bagi Anda. Karena Anda harus mencoba mulai dari jet ski, banana boat, hinggan naik kereta kuda di pantai yang akan menambah kegembiraan saat berlibur Anda.


3.    Petualangan di Pantai Batu Karas

Jiwa-jiwa petualang pasti akan terpuaskan dengan berpetualang untuk menuju ke Karang Nunggal sebuah pantai terpencil sekaligus kecil namun tak kalah indah dengan Pantai Batu Karas. Anda dapat meminta penduduk lokal menjadi pemandu Anda untuk hiking atau camping di pantai kecil ini yang penuh dengan bebatuan yang menjulang tinggi.

4.   Bersantai di Pantai Batu Karas

Menyusuri pantai, duduk beralaskan pasir pantai dengan pemandangan senja kala sunset muncul, tak lupa lengkap dengan hangatnya kopi manis menambah kenikmatan sendiri bagi Anda. Akan nampak pula pemandangan dari suara keceriaan anak-anak kecil yang membangun istana pasir bersama keluarganya. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Obyek wisata menarik di dataran tinggi Dieng

dataran tinggi dieng

Keindahan alam Dieng Plateau menjadi anugerah yang tak ternilai harganya, sebagai tempat wisata andalan di Jawa Tengah, dataran tinggi Dieng yang masuk dalam ranah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara menawarkan lebih dari 37 obyek wisata yang telah diakui Dunia. Kami mengupas-tuntas daftar obyek wisata di Dieng dengan dokumentasi original yang berhasil diabadikan sepanjang tahun. Dieng dengan segala fenomena alam dan budayanya menjadikan siapapun yang berkunjung merasa kagum, jaman dulu kala beberapa warga berkebangsaan Belanda sering mendatangi Obyek Wisata Dieng tentunya bukan tanpa alasan bahkan mereka berani mempromosikan ke Negara-negara Eropa agar mau mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Gabungan antara keindahan panorama alam dan keagungan budaya sisa peninggalan masa lalu menjadikan Dieng memiliki nilai tambah tersendiri dibanding dengan yang lain, banyak orang yang telah mengunjungi berbagai tempat wisata diseluruh pelosok dunia, dan jarang ada yang seperti Dieng terlebih lagi dalam soal jarak, tempuh antar obyek, hampir semua obyek wisata yang ada diDieng saling berdekatan dengan wilayah porosnya.

Dieng Merupakan salah satu Kawasan Wisata Andalan Jawa Tengah sebagaimana disebutkan dalam RIPP ( Rencana Induk Pengembangan Pariwisata ). Kawasan Dieng sebagai salah satu potensi pariwisata mempunyai panorama yang sangat menawan dan memiliki aneka ragam obyek wisata mulai dari Candi (Komplek candi Arjuna, Gatotkaca, Bima, Dwarawati), kawah (Sikidang, Sileri, Candradimuka, Sikendang), Telaga (Warna, Pengilon, Merdada, Balekambang, Dringo, Cebong,Swiwi, Menjer), Gua (Jimat, Semar, Jaran, Sumur Jalatunda, Bimo Lukar, Sumber air panas (Sirawe), Air terjun (Sirawe, Sikarim, Seloka), Agrowisata Tambi, maupun obyek wisata buatan yang dibangun untuk menunjang aktivitas pariwisata di kawasan tersebut (Dieng Plateau Theater, Museum Kailasa, Gardu Pandang Tieng) serta masih banyak obyek wisata yang lain seperti Ondo Budho, Gunung Sikunir, Tuk Bimo Lukar, Watu Kelir dan Pemandian Air Panas Bitingan.
Sedangkan lokasi lain yang jaraknya agak jauh antara 6-8 Km akan kita temui lokasi-lokasi dengan keajaiban alam yang luar biasa, seperti Golden Sunrise tercantik di Asia yang dapat dinikmati dari gunung Sikunir, gunung dengan trek pendek untuk menikmati sunrise , ada Juga puncak Prau puncak seribu bukit dengan bukit telerubiesnya dan hamparan bunga ceplikan yang menutupi tanah disana, dari lokasi ini juga dapat menikmati pemandangan seeprti ketika kita melihat pemandangan dari puncak gunung yang cukup tinggi seperti Sindoro atau sumbing, masih ada lagi Sumur Raksasa, kawah dan Telaga telaga yang tersebar di kawasan poros dan Jeruji Dieng. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Pantai Pandawa Bali Bukan Lagi Secret Beach

pantai pandawa

Bali menawarkan banyak pilihan pantai yang menarik untuk dikunjungi, apabila Anda sudah mengenal Pantai Kuta atau Pantai Dreamland maka anda perlu menyambangi satu lagi pantai yang indah dan terus dikembangkan menjadi tujuan wisata. Nama pantainya adalah Pandawa atau yang dikenal juga dengan nama Pantai Kutuh.

Pantai Pandawa berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Berjarak 3 km saja dari kawasan Wisata Nusa Dua. Dahulu pantai ini sepi dari kunjungan wisatawan karena letaknya berada di belakang tebing tinggi dan ditumbuhi semak belukar, sehingga Pantai Pandawa pernah dijuluki sebagai secret beach.
Sekarang Pantai Pandawa sudah berbeda, pemerintah setempat sudah membuat akses jalan yang memudahkan pengunjung untuk menikmati Pantai Pandawa. Jalan tersebut berupa jalan aspal sepanjang 1,5 km yang membelah tebing bukit kapur dengan ukiran patung tokoh Pandawa Lima yang akan anda temukan dalam perjalanan menuju pantai.

Patung Pantai Pandawa

Pantai Pandawa berpasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan. Pengunjung dapat berenang ataupun sekedar duduk santai sambil menikmati pemandangannya. Disana tersedia penyewaan payung dan kursi santai dengan tarif Rp. 50.000, selain itu tersedia juga beberapa permainan yang dapat dinikmati pengunjung seperti canoeing dan paragliding. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Objek Wisata Pantai Kuta dan Desa Sade di Lombok Tengah

desa sade lombok

Pantai Kuta yang ini bukan di Bali melainkan di Lombok. Namanya memang sama, namun keduanya memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan wisata. Jika Pantai Kuta di Bali ramai didatangi wisatawan mancanegara. Pantai Kuta di Lombok ini relatif lebih sepi dan tenang meski sering dikunjungi para wisatawan.

Pantai Kuta ini termasuk yang paling terkenal di wilayah Lombok Tengah. Lokasinya berada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Lombok yang ada di praya. Jika dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perjalanan menuju ke Pantai Kuta akan menempuh jarak 53 kilometer atau sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan.

Kekhasan dari Pantai Kuta Lombok adalah pasirnya yang berwarna cokelat dengan tekstur menyerupai biji merica. Pantai Kuta Lombok ini juga menawarkan keindahan bukit-bukit kecil di sekelilingnya yang menarik sebagai obyek foto. Ketika air laut surut banyak karang-karang yang timbul dari perairan Pantai Kuta ini.

Festival Bau Nyale Pantai Kuta Lombok

Biasanya Pantai Kuta Lombok ini menjadi sangat ramai pada bulan Februari atau Maret karena ada sebuah upacara tahunan. Selain wisatawan, penduduk lokal pun akan tumpah ruah di pantai ini pada upacara yang dikenal dengan upacara Bau Nyale. Nyale adalah sejenis cacing laut yang berjumlah sangat banyak dan hanya muncul setahun sekali di sekitar Pantai Kuta Lombok.

Di balik upacara Bau Nyale ini, ternyata ada legenda yang dipercaya oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Konon Nyale ini adalah jelmaan dari Putri Mandalika yang menjadi rebutan beberapa pria. Agar tidak terjadi peperangan, maka putri cantik ini memilih untuk menceburkan diri ke laut dan berjanji akan terus kembali pada waktu tertentu.

Desa Sade

Selain melihat upacara Bau Nyale dan menikmati pantai kuta, para pengunjung bisa mengunjungi Desa Sade yang merupakan desa dari penduduk asli Lombok yaitu Suku Sasak. Desa ini masih mempertahankan tradisi keasliannya hingga kini yang bisa Anda lihat dari bentuk bangunan sederhana dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.
Ada kebiasaan unik dari Suku Sasak mengenai perawatan rumah, mereka menggunakan kotoran kerbau untuk mengepel lantai rumahnya. Suku Sasak ini mempercayai bahwa penggunaan kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga, memperkuat lantai, serta menghangatkan rumah di malam hari.

Tidak hanya itu, Desa Sade ini juga terampil dalam menenun, di sana terdapat kios-kios yang menjajakan kain tenun berupa koperasi yang dikelola oleh beberapa orang. Dengan adanya tradisi budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat Suku Sasak ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Objek Wisata Pura Besakih Yang Terkenal di Bali

pura besakih

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terdiri dari 1 Pura pusat yang memiliki nama Pura Penataran Agung Besakih serta 18 Pura sebagai pendamping yang berada di sekeliling pura utama. Pura pendamping di Besakih tersebut terdiri dari 1 Pura Basukian dan 17 Pura lainnya. Jadi dalam komplek Pura Besakih ini tidak cuma satu pura melainkan terdiri dari beberapa pura.

Objek wisata Pura Besakih berada di bagian barat lereng Gunung Agung, dikenal sebagai Pura Hindu terbesar sekaligus tempat ibadah utama umat hindu di Bali. Selain sebagai tempat ibadah, Pura Besakih juga merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Bali. Pura Besakih terletak di daerah yang luas, menawarkan kepada Anda pemandangan serta bangunan-bangunan pura menawan yang mengelilingi komplek. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pura Besakih, objek wisata ini berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Klungkung. Akses dari Kota Denpasar untuk mencapai tempat ini berjarak sekitar 25 km ke arah utara dari Kota Semarapura. Perjalanan menuju Pura Besakih akan melewati panorama Bukit Jambul yang juga merupakan salah satu obyek wisata dari Kabupaten Karangasem Bali.

Nama Pura Besakih berasal dari kata “Basuki”, diambil dari kata “Wasuki” yang berarti Keselamatan dalam bahasa Sansekerta. Sedangkan, dalam mitologi Samudramanthana, nama “Besuki” sebenarnya mengacu pada “Naga Besukian”, sebagai penyeimbang Gunung Mandara. Letak Pura Besakih sengaja dipilih di desa yang dianggap suci karena letaknya yang tinggi, yang disebut Hulundang Basukih hingga kemudian menjadi Desa Besakih. Banyaknya peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, struktur teras pyramid yang ditemukan di kompleks Pura Besakih ini menunjukkan bahwa Besakih berasal dari zaman purba, jauh sebelum adanya pengaruh Agama Hindu.

Objek Wisata Pura Besakih Bali

Pura Besakih Pura Besakih sekarang menjadi objek wisata yang sangat terkenal di Bali dan juga merupakan salah satu destinasi wisata andalan dari Kabupaten Klungkung. Dengan berwisata ke Pura Besakih, Anda tidak hanya disuguhkan peninggalan sejarah arsitektur yang khas, tetapi juga bisa menikmati pemandangan alam yang menawan di sekitarnya.
Untuk berwisata ke kompleks Pura Besakih, Anda diharuskan untuk menggunakan sarung khas Bali dan berpakaian sopan, karena kompleks Pura Besakih ini merupakam  tempat suci bagi umat Hindu Bali. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Pura Uluwatu Wisata Menikmati Sunset dan Tari Kecak di Bali

Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari beberapa pura yang dianggap penting di Bali. Selain menjadi tempat ibadah umat Hindu di Bali, Pura Uluwatu juga menjadi objek wisata yang cukup dikenal wisatawan. Posisi Pura Uluwatu berada di sebuah tebing terjal yang menjorok ke laut dengan pemandangan langsung ke laut lepas. 

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Karena letaknya yang berada di atas tebing, menuju pura uluwatu akan sedikit mendaki melalui tangga batu. Nantinya anda juga akan melewati kawasan hutan yang dihuni oleh ratusan kera berkeliaran bebas. Kera-kera ini tentu saja menjadi salah satu daya tarik pariwisata uluwatu.

Selain kera-kera tadi, daya tarik lainnya dari Pura Uluwatu adalah pemandangannya, dari atas pengunjung bisa melihat pemandangan laut sejauh mata memandang. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pura Uluwatu karena anda bisa melihat matahari terbenam dan setelahmya menyaksikan pertunjukan tari kecak yang berlangsung setiap jam 18.00 WITA sampai 19.00 WITA.

Tari Kecak merupakan tarian seni khas Bali yang umumnya dimainkan oleh laki-laki berjumlah 50-100 orang. Penari kecak akan duduk melingkar dan memakai kain sarung berwarna hitam putih sembari mengucapkan kata “cak-cak-cak” secara serentak, karena ini pula tarian ini diberi nama dengan sebutan “tari kecak”.

Tari Kecak mengisahkan sebuah cerita Ramayana yakni pada peristiwa Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Hingga akhir pertunjukan biasanya tari ini menyajikan kisah pembebasan Dewi Sintha dari tangan Rahwana.

Sejarah Singkat Uluwatu

Balik lagi ke abad 11, Empu Kuturan pertama kali mendirikan sebuah pura di sini, lalu kemudian diperluas oleh Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Selain Pura Uluwatu Dang Hyang Nirartha juga mendirikan beberapa pura pinggir laut, seperti Tanah Lot, Rambut Siwi dan Pura Sakenan.
Dang Hyang Nirartha datang ke Bali untuk melakukan tugas dharmayatra sebagai salah satu syarat kawikon yang akan diterimanya. Beliau melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali dan mengakhiri perjalanan sucinya tersebut dengan apa yang dinamakan Moksa di Pura Uluwatu ini.

Di balik sejarahnya, Pura Uluwatu telah menjadi objek wisata sekaligus tempat ibadah yang terkenal di Bali. Pura ini telah menarik banyak perhatian dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Anda yang ingin menikmati matahari terbenam atau pertunjukan spektakuler Tari Kecak, Pura Uluwatu di Bali adalah tempatnya. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Mengenal Pantai Pink di Lombok Timur NTB

pantai pink

Lombok, sebuah pulau yang terletak dekat Bali mempunyai banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi, namun kepopulerannya di mancanegara masih berada di bawah pulau dewata yang menempati urutan pertama dalam hal pariwisata. Padahal Lombok juga mempunyai pantai-pantai yang indah bahkan unik dan salah satunya adalah Pantai Pink.

Pantai Pink Lombok aslinya bernama Pantai Tangsi, namun karena warna pasir pantainya berwarna merah muda sehingga lebih dikenal dengan nama Pantai Pink. Menurut wikipedia, penyebab warna pasir pantai tangsi berwarna pink karena pecahan karang berwarna merah muda yang terdapat di sekitar pantai dan bias matahari semakin menambah jelas warna pink tersebut.

Sebelum dikenal dengan nama Pantai Pink, pantai ini dulunya bernama pantai tangsi yang menurut kamus Bahasa Indonesia berarti barak atau markas. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya meriam peninggalan Jepang yang bisa Anda lihat di sekitar Pantai Pink. Artinya berwisata ke Pantai Pink selain menyaksikan panorama alam pesisirnya yang indah, Anda juga sekaligus melakukan wisata sejarah.
Pantai Pink merupakan pantai yang sangat unik, hanya ada tujuh pantai saja di dunia yang seperti ini dan Indonesia beruntung mempunyai dua pantai seperti ini, yang pertama di NTB, Lombok dan yang kedua di NTT, Flores. Pantai Pink cukup bersih dengan ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman untuk berenang atau bermain air disana. Selain itu Anda juga bisa sewa perahu untuk menjelajahi pulau (gili) lain yang ada di sekitar Pantai Pink.

Lokasi Pantai Pink

Pantai Pink terletak di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, sekitar 1 km dari tanjung ringgit. Untuk mencapai Pantai Pink ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat sekitar dua jam dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Atau melalui dermaga Tanjung Luar. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

Objek Wisata Bersejarah Candi Borobudur

candi borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu candi bersejarah milik umat Budha yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan salah satu peninggalan tertua yang sudah diakui sebagai keajaiban dunia. Candi ini merupakan candi Budha yang terbesar di dunia sekaligus sebagai monumen umat Budha terbesar yang pernah ada. Candi Borobudur didirikan sejak tahun 800-an saat pemerintahan Syailendra. Selain sebagai objek wisata di Indonesia, umat Budha juga masih melakukan ritual suci keagamaan di tempat ini terutama saat merayakan hari besar agama Budha seperti hari raya Waisak. Biksu-biksu akan datang untuk melakukan upacara keagamaan. Para pengunjung yang datang pun dapat melihat ritual suci keagamaan tersebut.

Banyak sekali wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal yang datang menikmati objek wisata ini. Biasanya mereka yang datang ke Candi Borobudur mengambil kesempatan untuk mengabadikan berbagai peninggalan bersejarah seperti patung dan monument-monumen Budha. Monumen candi ini sendiri terdiri dari enam teras yang memiliki bentuk seperti bujur sangkar. Di sekitar candi, pengunjung dapat melihat ukiran-ukiran serta relief cantik dan indah yang menyimpan berbagai macam cerita. Di dalam cerita-cerita tersebut kita bisa memetik berbagai macam hikmah. Pengunjung terutama wisatawan asing yang ingin mengetahui kisah-kisah atau makna relief serta ukiran di dinding candi biasanya menyewa pemandu wisata.
Apabila anda berkunjung ke candi Borobudur Magelang Jawa Tengah saat libur lebaran maka anda bisa menikmati suguhan kesenian tradisional seperti tari-tarian. Hal ini dilakukan oleh masyarakat atau penduduk sekitar candi untuk melestarikan budaya mereka ke seluruh dunia. Saat pulang wisatawan juga dapat membeli berbagai macam souvenir dan pernak pernik seperti miniatur patung Budha dan candi Borobudur yang dijual bebas di sekitaran candi. Di dekat candi juga terdapat warung-warung dan tenda makanan sehingga bagi wisatawan yang sudah lelah berjalan dapat menikmati masakan khas daerah Jawa Tengah dengan harga terjangkau. Pengunjung lokal hanya perlu membayar 30.000 rupiah saja sedangkan wisatawan asing membayar 20 Dollar AS untuk menikmati objek wisata Candi Borobudur dan sekitarnya. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan bosan mengunjunginya.

CANDI PRAMBANAN : Candi Hindu Tercantik di Dunia

candi prambanan

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.

Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya. Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Begitu banyak tempat wisata indonesia, jangan pernah bosan untuk mengunjunginya.